Aku Diperkosa Berkali Kali Oleh Ayah Kandung

| komentar


Kisah nyata sex tragis
- Fritzl, 42 tahun, korban perkosaan dan kasus inses di Austria mengaku diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri Josef Fritzl, 73 tahun, sebanyak 3000 kali selama 24 tahun disekap di gudang bawah tanah rumahnya.
Kisah bermula pada Agustus tahun 1984, sat itu Elizabeth yang baru berumur 18 tahun diminta oleh ayah kandung Josef Fritzl membantunya memperbaiki pintu gudang dibawah tanah yang baru saja rampung dibangun. Saat itulah Fritzl membekap hidung dan mulut elizabeth dengan kain yang sudah dilumuri obat bius dan sejak itu selama 24 tahun gudang bawah tanah tersebut terkunci rapat-rapat.
Keesokan harinya, Fritzl yang sehari-hari bekerja sebagai seorang tukang listrik melilitkan besi disekitar tubuh Elizabeth yang terkapar di sudut runagan tanpa kaca dan jendela tersebut. Sejak saat itu menurut pengakuan Elizabeth ia menjadi budak nafsu ayah kandungnya dan sejak saat itu pula ia tidak pernah melihat kilau cahaya matahari selama 24 tahun dan melahirkan 7 orang anak. Kasus ini terungkap saat seorang anak mereka pingsan dan terpaksa dibawa kerumah sakit, saat itulah Elizabeth menggunakan peluang untuk mengungkapkan sepak terjang ayahnya. Dalam persidangan pada tanggal 19 Maret 2009 kemarin, Fritzl mengakui semua perbuatannya dan mendapat hukuman penjara seumur hidup. Itu Kisah nyatanya dan sebagai penghibur silahkan baca cerita lainya berikut ini.
Cerita ini bermula waktu aku masih SD kelas 5 dan mulai mengenal yang namanya seks. Itu juga pertama kali dengan adik sepupuku yang lumayan cakep lah.., ingat aktris sinetron “Dominique Sandra”, seperti dia cantiknya.
Dia anak pakde ku yang tinggal di Jawa Tengah namanya .. Retno .. (8 tahun). (Sengaja aku kosongkan nama pertama dan terakhir, takut ketahuan kakak sepupuku yang lain. Hehehe..). Sedangkan aku tinggal di daerah Bekasi.
Waktu itu aku masih SD kelas 5 dan aku minta di sunat seperti kawan-kawan yang lain. Karena ku pikir udah saatnya aku disunat.
Biasanya seminggu sebelum disunat banyak keluarga dari bapak dan ibuku datang dan menginap juga sekalian membantu masak-masaknya. Nah, dari situlah aku mulai mengenal sepupuku. Pertama aku biasa saja karena kupikir dia masih sepupuku. Tapi kok kayaknya di semakin genit dan centil di depanku, tidak seperti sepupu cewek yang lain, (“yang katanya aku ganteng dan gagah dibandingkan cowok yang lain, katanya setelah aku “berhubungan” dengan dia”). Aku sih biasa saja, karena aku belum paham betul. Nah..
Puncaknya terjadi ketika malam sebelum aku disunat. Setelah semua orang tidur terlelap di rumahku, ada juga sih yang main kartu remi dan gaple, di luaran sambil begadangan dan ronda, yang padahal waktu itu juga aku pengen ikut begadang, tapi diomelin sama semua katanya, disuruh banyak istirahat supaya pada waktu di sunat tidak terlalu banyak mengeluarkan darah. Aku terjaga (mendusin) sekitar jam 01.00 malam karena ingin pipis. Setelah pipis aku melewati kamar dimana retno serta beberapa sepupu cewek yang lain termasuk adikku sendiri tidur.
Aku iseng ngeliat karena kebetulan lampunya mati maka aku jadi bebas. Aku juga ngga tahu tiba-tiba saja seperti ada yang menyuruhku untuk masuk ke dalam kamar itu. Lalu aku masuk dan kulihat retno tidur dibawah bersama adikku dan sepupu cewek lainnya menggunakan tikar, dia tidur dengan posisi yang agak menggairahkan dimana waktu itu dia memakai rok sedangkan kaki kanannya diangkat keatas sehingga terpampanglah paha mulus seorang anak kecil. Walaupun lampu mati tapi aku masih dengan jelas melihat paha dan CD-nya (walaupun remang-remang), karena masih ada lampu dapur yang nyala terang. Lalu aku lihat semua orang yang ada dikamar. Ah.. udah tidur semua.. iseng aku tidur dismping dia, karena kebetulan disamping kanannya kosong.. Sialan dia menurunkan kaki kanannya sehingga pahanya tertutup semua.
Sengaja aku tidak tidur karena diam-diam aku menarik rok nya sampai kedua pahanya yang mulus terlihat. Dan juga CD yang agak menggembung sedikit, walaupun belum ditumbuhi bulu. Tiba-tiba aku ngerasa ada perasaan aneh, dimana titit ku agak membesar, biasanya ini terjadi kalau aku bangun tidur dan langsung kencing, tapi ini lain. Ketika ku pegang, kok makin enak.. karena dari kecil aku termasuk anak yang cerdas dan cepat tanggap, maka dalam hal ini walaupun masih bingung kenapa, aku pun sudah bisa mencerna apa yang terjadi saat itu.
Lalu akupun bangun dan duduk didepan pahanya, dan terlihatlah sebuah CD putih dengan agak sedikit menggembung bagian tengahnya, walaupun belum ada bulunya. Dan juga dadanya yang sedikit menonjol menendakan bahwa dia agak bongsor. Nekat kudekati Cdnya, dan ku cium. Ah.. biasa saja. Tititku semakin tegang, dan ku sentuh di bagian tengah Cdnya, hangat.. lalu perlahan kuturunkan Cdnya, pelan dan sangat hati-hati takut dia terbangun. 1 centi.. lalu aku pura-pura tidur lagi.. melihat tidak ada reaksi kuturunkan lagi.. Lagi.. Dan lagi.. sampai mata kaki.
Dan.. saat itu pula dia bergerak.. aku gemetar, jantungku berdetak kencang sekali.. takut kalo dia bangun, teriak dan mengadukan hal ini pada semuanya. Tapi anehnya. Dia cuma menggeliat dan menaikkan kaki kanannya kembali tapi tidak penuh karena kaki kanan dan kiri terikat oleh Cdnya yang masih melingkar di mata kakinya. Melihat itu, aku segera melepas Cdnya dan berhasil..coy.. Kini didepanku terpampang sebuah pemandangan indah walaupun itu hanya vagina anak kecil tapi untuk seumuranku waktu itu membuat titikku semakin mengencang dan aku pun mengambil kesimpulan bahwa ini toh yang namanya terangsang, seperti yang aku baca di majalah-majalah Kartini, Femina, dll kepunyaan ibuku. Aku makin nekat dengan menciumi vaginanya yang mungil.. Ah..masih biasa juga.. tidak ada bau apa-apa. Tapi setelah dipikir-pikir.. nih enaknya pake senter, ya udah aku ambil senter di kamarku, senter kecil buatan bokap untuk aku, yang baterry nya cuma satu.
Dan jaman Sekarang pun aku punya tapi beli harganya +- Rp. 10000, merknya Energizer, udah ada yang jual dimana-mana. Terkadang kalo lagi bengong sambil ngeliatin senter kecilku, aku jadi tersenyum sendiri.
Setelah senternya kudapat, aku dekati dia lagi.. Masih dalam posisi yang sama. Kutunggu sebentar sampai semua terlihat aman. Lalu aku tiduran di sampingnya.. Kuamati wajahnya yang mungil.. busyet dah ternyata gua punya sepupu cantik buangeet.. Walaupun masih SD tapi tanda-tanda kecantikannya sudah terlihat. Mungkin karena udah keturunan kali ye.. He he he.. Ge eR dah Gua..
Wah kayaknya udah lelap banget nih retno, karena hanya terdengar nafasnya yang teratur dan lembut.. sialan bikin aku makin bernafsu aja..
Aku bangkit dan langsung kunyalakan senter, beruntung karena lampunya kecil jadi hanya diameter 3 centi saja, sinarnya. Lumayanlah untuk menerangi vaginanya retno.. eh.. dia bergerak dan melebarkan kedua pahanya, pucuk di cinta ulam tiba. Terlihat dengan jelas di kedua mataku, vaginanya yang masih merah dan ranum. Nekat kupegang dengan tangan kanan sedangkan kiri masih memegang senter. Kering..?? Aku colek terus aja.. eh.. terdengar nafasnya yang mulai tidak teratur.. Tapi kok mulai basah?? wah jangan-jangan dia ngompol nih.. tapi pas aku cium tanganku, ah.. bukan air kencing nih..air apa yak?? terus ku elus-elus vaginanya, lalu tanpa sadar aku langsung mencium dan menjilatnya.. Mmpphh..asin.. sial.. kok rasanya kayak gini sih?? ah.. peduli amat aku udah terlanjur terangsang.
Kudengar nafasnya mulai tidak beraturan tapi tidak berisik.. (unik kan). Lalu ku buka celana ku, karena aku masih kecil jadi belum pakai CD. Aku ngeliat tititku makin tegang dengan ujungnya yang masih tertutup oleh kulup. Dan sedikit keluar lendir.. aku makin heran lendir apaan nih..ku jilat.. kok asin juga sih.. Ku coba mencerna semua ini, tapi karena otak normal ku udah ditutupi oleh nafsu aku jadi tidak bisa berpikir secara teoritis. Yang ada saat itu hanya perasaan nikmat dan juga nafsu yang menggebu-gebu. Setelah puas menjilati vagina retno, yang sepertinya dia menikmati permainanku ini, aku lalu menurunkan kedua kakinya sampai lurus.
Lalu aku mulai merangkak di atas tubuh nya tanpa menyentuh tubuhnya sama sekali.
Setelah posisiku pas, aku turunkan tititku sehingga mendekati vaginanya. Kucoba masukkin, kok ngga mau masuk.. terus ku coba.. lagi..lagi.. ah capek.. susah juga, pikirku. Yah udah aku tiduran lagi disampingnya.. ah mendingan juga megangin vaginanya.. lagi asyik berfikir untuk melanjutkan aksiku, tiba-tiba dia menggeliat dan posisi tubuhnya miring menghadap diriku yang waktu itu aku juga sedang asyik menikmati wajahnya yang ayu. Di tambah lagi dengan kaki kirinya ditekuk ke atas sehingga sepertinya dia sudah pasrah untuk di setubuhi. Aku bingung.. Ku pegang lagi vaginanya.. wah kok tambah basah.. jangan-jangan dia tahu dan terangsang.. atau sedang mimpi sambil ikuta terangsang.. wajahku dengan wajahnya hanya berjarak 10 centi saja. Sehingga nafasnya yang berat dan menggebu terdengar sangat jelas. Aku berusaha bernafas dengan pelan supaya dia tidak terbangun dan kaget.
Tapi tiba-tiba tanpa kuduga dia tersenyum dan tangannya bergerak memegang tititku, Oouuppss.. ada apa nih.. aku kaget setengah mati.. ah mungkin nih anak ngga sadar kali yak.. Tapi setelah kuperhatikan mukanya, dia masih sambil tersenyum dan mulai membuka kedua matanya pelan-pelan. Aku makin kaget dan takut, kalau itu cuma tipuan dia setelah itu dia teriak.. lalu aku pun bangun sambil merapikan celanaku, tapi sebelum aku berjalan kaki ku ditahan oleh tangannya retno, sambil tangan kirinya memberi kode untuk kembali tidur disampingnya. cerita seks asik lainay bisa anda baca di ceritacewek.com Aku menggeleng, tapi sambil tersenyum dia tetap memberi kode, dan aku pun seperti tersihir lalu aku tidur disampingnya kembali.
Kami tetap diam untuk beberapa saat.. sampai dia akhirnya berbisik kepadaku dengan bahasa bekasi karena dia tahu aku ngga bisa bahasa jawa, “Mas,.. akhirnya aku kesampean juga bisa pegang tititnya mas”. “Lo, kok kamu ngomong gitu, sih”, jawabku. “Entar aja aku ceritain, sekarang elus-elus lagi punyaku kayak tadi”, jawabnya. Bagai disamber geledek di tengah malam, antara seang, kaget, gembira bercampu jadi satu, kuturuti kemauan dia. Tanpa di suruh dua kali aku langsung mengelus-elus vagina retno, dan dia sepertinya mendesis keenakan. Aku ngga peduli kenapa dia mau seperti, yang penting aku juga sudah terangsang berat.
“Ehmm..eesstt.. eennaakk mas..uuhh”..
“Hei..pelan-pelan, jangan berisik..”, jariku makin liar menggosok vaginanya yang makin lama makin membanjir. Tangannya pun mulai meremas dadanya sendiri. Semua kami lakukan dengan sangat hati-hati takut membangunkan yang lainnya.
“Mmmass.. yang cepet dong.. Eesstt.. eesstt.. aahh..”.
“Gila nih anak.. kecil-kecil udah pinter yang beginian, belajar darimana nih anak yak?”, pikirku dalam hati.
Tak lama kemudian, setelah sekian lama aku menggosok vaginanya yang membuat tanganku pegal, dia merapatkan kedua pahanya..
“Ret.. tanganku jangan dijepit dong..”, kataku pelan.
“Aakkuu mauu naympee, mass”, katanya
“Nyampe kemana.. ret, ngaco kamu”
“Ohh..sstt..” sseerr..sseerr.. kurasakan jariku sepertinya ada cairan yang keluar lumayan banyak dari vaginanya.
“Kamu ngompol ya..?”, kataku
“Bbb bukann Mass, ituu namanya cairan kenikmatan”, jawabnya
“Ahh.. Eesstt”, erangnya.
Kembali aku dibuatnya berpikir, kenapa nih anak.. Aku masih bingung..
Lalu kedua pahanya mulai mengendur dan perlahan membuka.. Tercium aroma yang aneh di udara kamar.. ” Bau apa nih, ret..”, tanyaku. “Itu namanya aroma punyaku”, jawabnya. Aneh..??!!
Tak lama setelah dia orgasme (yang aku baru tahu setelah aku SMP), jariku di lapnya dengan menggunakan CDnya. Kami terdiam beberapa saat, sampai kemudian dia kembali memegang tititku yang sudah lemas, entah kapan aku juga tidak merasakan kapan tititku ini mengkerut.
“Mas, kok tititnya lemes sih”
“Mana aku tahu..”
“Ya udah sini retno bangunin lagi”
“Emangnya kamu bisa”
“Sini.. serahkan padaku”
Leherku dielus-elus dengan tangannya yang lembut, dicium, dijilat, yang membuatku merasakan sensasi yang aneh, asing tapi kok enak dan nikmat, sepertinya aku tak mau dia berhenti melakukannya. Tindakannya itu ternyata membuat tititku kembali menegang, dan rupanya dia juga sudah mengetahuinya dengan memegang tititku.
“Tuh.. kan dah bangun lagi”
“Trus aku mau diapain, sih”
“Pokoknya Mas tenang aja, dijamin enak deh”
“Terserah koe lah..”, jawabku.
Lalu dia membuka resleting celana ku dan mengeluarkan tititku yang sudah menegang dengan hebat. “Ih.. lucu juga yah.. titit anak cowok kalo belum di sunat”. “Cerewet luh..”, kataku agak kesal karena dari tadi dia selalu menjatuhkan ku terus. “Jangan marah dong, Mas”. “Nih kalo diginiin enak ngga?”. Tangannya yang mungil mengocok-ocok tititku, sambil membuka kulup (kulit atas) bagian ujung tititku, sehingga terlihat seperti topeng Ksatria Baja Hitam kalo dibalik, apalsgi kalo dikasih 2 mata pake spidol, persis banget..!! (kata teman-teman sebayaku yang sudah disunat sewaktu kami mandi di kali, dan saling memperhatikan tititnya masing-masing).
“Ret.. eennaee rekk..”.
“Hmm sstt..ohh..”
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cerita Sex | Kumpulan Cerita Dewasa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger