Petualangan Joni

| komentar

Setelah beberapa waktu lalu memperkosa seorang mahasiswi, Joni si preman jalanan mulai gatel lagi Mr P-nya. Mau maen dengan WP, ga ada duit. Kepaksa dia cuma bisa ngintipin CD cewek-cewek yang duduk di bangku metromini yang ngetem di dekat tempat dia suka nongkrong. Suatu malam, usai minum minuman keras, Joni dengan sempoyongan jalan ke tempat nongkrongnya. Siapa tau ada sopir metromini yang bisa dimintaian duit lebih. Malam itu memang ada metromini ngetem di tempatnya suka nongkrong. Tapi saat Joni nagih duit, si sopir bilang kalo belum dapat setoran. Dengan kesal Joni terpaksa nongkrong lagi dengan kantong masih kosong. Eh tiba-tiba dilihatnya ada cewek SMP lagi duduk sendirian di bangku metromini yang paling belakang. "Wih lumayan nih" pikirnya.



Buru-buru dia naik. Kebetulan metromini itu masih kosong. Joni duduk agak jauh dari si cewek sambil ngeliatin situasi. Setelah dirasa aman, dia buru-buru duduk di samping cewek itu sambil mepetin badannya.

"Diem lo ya! Jangan macem-macem!" desis Joni sambil ngeluarin pisau lipat. Pisau itu sedikit ditekannya ke perut cewek SMP itu yang meringis kesakitan dan kaget.

"Aduh apa-apaan nih bang!" kata cewek itu sambil mulai mau nangis,

"Diem! Sini ikut!" kata Joni. Tangan kanannya dengan kuat merangkul cewek SMP dan membawanya keluar metromini.

Tangan kirinya masih menekan pisau ke perut cewek itu sambil dihalangi oleh jaket yang dipakainya.

Cewek itu sempat bertahan samil memegang bangku metromini. Marah, Joni langsung beraksi. Pisau itu ditariknya lalu disabetnya sedikit ke tangan cewek itu sehingga sedikit berdarah.

"Aduh!" kata cewek itu tapi dia terpaksa melepaskan tangannya dan sedikit diseret Joni keluar. Penumpang lain tidak ada yang tahu karena kejadian begitu cepat.



Kebetulan di dekat tempat ngetem itu ada sebuah gang yang gelap. Joni cepat menyeret cewek tadi ke dalam gang itu. Dia sudah terbiasa ke situ karena suka minum bir di dalam sebuah pos ronda yang jarang didatangi orang. Joni menyeret cewek tadi ke dalam pos lalu menendang perutnya sehingga si cewek terjatuh. Joni cepat menindihnya. Tangan yang kanan memegang pisau yang ditekannya ke leher si cewek, sedangkan tangan kirinya mengusap-usap bagian dada korbannya.



"Diem lo! Awas lo kalo ribut, gue tusuk!" ancam si Joni.

Dengan kasar Joni menarik dan membuka paksa baju cewek SMP itu sampai kancingnya bercopotan.

"Aduh jangan bang!'" tangis cewek SMP itu mulai terdengar. Plak! Plak! dua kali Joni menamparnya sampai korbannya terdiam dengan hidung berdarah.



Joni sudah tidak tahan. Dia menyingkapkan rok korbannya lalu menarik sampai putus celana dalam putih yang dipakai cewek itu. Lalu Joni cepet menindih kembali korbannya sambil tangannya membuka retsleting dan memprosotkan celana panjang dan CDnya. Penisnya yang sudah keras dari tadi langsung melompat keluar. Cewek itu menjerit. Plak! Plak! Joni kembali menamparnya. Joni lalu memegang kedua paha cewe itu dan membukanya lebar-lebar. Dari keremangan malam, Joni bisa melihat vagina korbannya yang hanya diliputi sedikit bulu-bulu halus. Tanpa peringatan, Joni mengarahkan penisnya ke arah vagina cewek SMP itu.



"Aduuuh tolong!" kata si cewek sambil berusaha bangkit.



Joni dengan kejam langsung memukul ulu hati korbannya sampai si cewek mengerang kesakitan. Joni kembali berusaha memasukkan penisnya dan kali ini mulai masuk. Dengan mengerahkan tenaga, Joni mengambil ancang-ancang dan slep! slep! penisnya masuk!



"AAAaaa!" jerit korbannya.



Dengan mendengus, Joni menarik keluar penisnya dan memasukkan kembali. Kali ini darah kental mulai keluar dari vagina korbannya. Slep! Slep! huh!hu! dengan menggeram Joni berusaha memasukkan penisnya sedalamnya-dalamnya. Entah berapa kali dia menggenjot korbannya yang hanya bisa terbaring dengan dua kaki mengangkang. Darah perawan itu terus mengalir dan mulai membasahi lantai. Tak tahan lagi, dengan mengerang panjang Joni memancurkan air mani yang banyak ke dalam korbanyna!



"AAAhhhh".



Keduanya lalu terkulai. Cewek itu hanya bisa menangis, sedangkan Joni masih tergeletak di atas badannya sambil mengusap keringat. Joni cepat-cepat bangkit lalu memakai kembali celananya. Setelah itu dia buru-buru lari, meninggalkan korbannya yang masih tergeletak dan menangis...
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cerita Sex | Kumpulan Cerita Dewasa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger