Pelecehan di sore hari

| komentar

Jam menunjukkan pukul 5 kurang 10 sore, seluruh calon penumpang kereta sudah membanjiri peron. Nani mulai mendekap erat tasnya, takut ada copet yang melintas. Nani adalah seorang karyawati bank swasta, tinggi 164 cm, badannya langsing, banyak orang bilang jika saja ia lebih tinggi ia bisa menjadi model.



Rok mini yang dipakainya membuat kakinya yang putih mulus dengan dihiasi bulu-bulu halus menjadi terlihat. Bokongnya tidak terlalu besar, proporsional dengan badannya. Dadanya juga tidak terlalu besar, standar orang indonesia. Wajahnya pun cantik bak artis.



Akhirnya kereta yang ditunggu datang juga, semua penumpang langsung merangsek masuk, tidak peduli pria ataupun wanita. Begitupun Nina, dia langsung merangsek masuk tubuhnya yang agak mungil membuat dia lebih mudah untuk menyelip di antara para penumpang.

Dengan penuh penumpang, kereta pun berjalan menuju stasiun tujuan. Di dalam kereta, Nani mencoba tetap mendekap tasnya, takut dicopet orang, karena semua barang - barang berharganya ada disitu.



Selang 15 menit, ia mulai merasa ada himpitan dari belakang, terasa ada sesuatu di bokongnya. Sesuatu itu terasa seperti jalan tol pria yang mulai mengeras. Pria tersebut menggesek-gesekkan jalan tolnya di belahan bokong Nani. Ia pun berusaha menutupi bokongnya dengan tangan kanannya. Namun, bukannya menutupi tapi tangannya malah memegang jalan tol pria tersebut.



Merasa mendapat angin segar, pria tersebut langsung memegangi tangan Nani, sementara tangan pria kirinya membuka retsletingnya sehingga keluarlah jalan tolnya yang sudah mulai menegang. Tangan Nani diarahkan untuk memegang dan mengocok jalan tol pria tsb. Tangan kirinya meraba-raba kedua bukit kembar milik Nani. Nani yang memakai kemeja dengan blazer diluarnya hanya bisa pasrah, karena posisinya yang dijepit dari segala arah, sementara sulit baginya untuk meminta tolong, karena suasananya sangat berisik dan semua orang acuh terhadap apa yang sedang terjadi.



Pria tersebut makin ganas, setelah puas meremas-remas payudara Nani, ia pun berusaha mengangkat rok mini Nani sehingga CD putihnya terlihat. Diremas-remasnya bokong Nani, lalu dengan tangan kirinya itu ia meraba-raba vagina Nani, dipilin-pilin klitorisnya. Nani hanya bisa menggelinjang kegelian menerima perlakuan seperti itu, ia pun merasa CD-nya menjadi basah, ia malah merasa menikmati permainan pria tsb.



Setelah puas dikocok oleh tangan Nani, ia pun mulai menggesek-gesek jalan tolnya di belahan bokong Nani yang hanya tertutup oleh CD. Tangan kirinya sudah menyelinap di dalam CD Nani, dan jari-jarinya mulai memainkan peranannya. Selang 15 menit, pria tersebut sampai pada klimaksnya, ia pun menyemburkan lahar panasnya ke CD Nani dan juga mengenai Blazer dan rok mininya. Nani pun menyemburkan cairan orgasmenya, yang membuat CD-nya menjadi semakin basah. Pria tersebut langsung menyelinap kabur ketika kereta berhenti sejenak, sementara Nani harus melanjutkan perjalanan dengan CD dan rok yang lengket karena mani dan cairan orgasmenya.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cerita Sex | Kumpulan Cerita Dewasa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger